...........SELAMAT DATANG ...........

Selasa, 15 Maret 2011

Akhlak Kepada Lawan Jenis

Pembahasan akhlak dalam ajaran Islam meliputi seluruh aspek kehidupan manusia. Mulai dari hubungan manusia dengan Rabb-nya, manusia dengan manusia hingga manusia dengan lingkungannya. Dalam hubungan antara lawan jenis (laki-laki dan wanita) yang bukan suami istri atau mukhrim, ada beberapa adab-adab yang harus diperhatikan diantaranya:

1. Adab Memandang

Menurut ajaran Islam, laki – laki yang sudah dewasa dilarang memandang wanita yang bukan mukhrim meskipun pandangan itu tidak menimbulkan syahwat. Begitu juga dengan wanita asing dilarang memandang laki – laki asing.
Dalam kaitannya pandangan terhadap lawan jenis, Allah Swt. telah menjelaskan di dalam Al Quran surat An Nur ayat 30-31:

Artinya :
Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih Suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat".
Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau Saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. ( Q.S An Nur : 30-31)

Dari ayat diatas, Allah Swt. memerintahkan laki –laki dan perempuan untuk menundukkan pandangannya. Hal ini disebabkan bahwa pandangan merupakan sebab terbesar bagi tesiratnya keinginan. Sehingga salah satu penyebab baik buruknya akhlak seseorang tergantung bagaimana dia bisa menjaga pandangannya dari hal – hal yang dilarang untuk dilihatnya.

2. Adab ketika berkomunikasi

berkomunikasi. Dalam kaitannya dengan masalah ini Allah Swt. telah menjelaskan melalui Firman-Nya:

Artinya :
Hai isteri-isteri nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik. (QS. Al Ahzab : 32)

Pada aat diatas yang dimaksud dengan tunduk di sini ialah berbicara dengan sikap yang dapat menimbulkan keberanian orang bertindak yang tidak baik terhadap mereka. Sedangkan yang dimaksud dengan dalam hati mereka ada penyakit ialah orang yang mempunyai niat berbuat serong dengan wanita, seperti melakukan zina.

3. Larangan adanya kontak fisik

Persentuhan antara laki – laki dan wanita dapat membawa pengaruh dalam jiwa. Akan tertanan dalam hatinya angan – angan dan rasa was – was serta melahirka kecendrungan untuk berikhtilat (bercampur baur antara laki-laki dan wanita). Perkara ini akan mengurangi iffah bahkan menghilangkannya dari diri seseorang dan akan mengajak kepada perbuatan keji dan hina.

Sebagaimana pernah disitir Nabi Muhammad Saw dalam sebuah sabdanya:

ﻮﺍﻟﻴﺩﺯﻧﺎﻫﺎﺍﻟﺑﻄﺶ
Artinya :
“Adapun zina tangan adalah dengan memegang”.( HR. Muslim dan Ahmad)

Ibunda A’isyah ra. pernah menuturkan:

Tangan Rasulullah Saw. Tidak menyentuh tangan kaum wanita, melainkan wanita yang beliau miliki.(HR. Bukhori)

0 komentar:

Poskan Komentar